Kelebihan Dan Jenis-Jenis Finger Joint Laminated Board

Kayu finger joint laminated board merupakan salah satu jenis kayu yang sekarang banyak digandrungi untuk mempercantik bangunan, mulai dari hunian, cafe, hotel, aula, dan sebagainya. Selain membuat bangunan terlihat lebih cantik, unik dan elegant, kayu ini juga memiliki kelebihan atau keunggulan lainnya. Penasaran apa saja kelebihannya? Yuk, simak ulasan mengenai kelebihan FJLB dan jenis-jenisnya berikut ini!

Kelebihan FJLB

Finger joint laminated board atau disingkat FJLB adalah papan komposit kayu digunakan arah lebar, umumnya digunakan memanjang untuk sambungan. Unsur-unsur penyusunnya terdiri dari potongan-potongan kayu kecil dari produk utama yang kemudian disambung berdasarkan panjang dan lebar yang dijadikan satu menggunakan perekat.

Secara sederhana, FJLB adalah lembaran kayu yang prosesnya berasal dari kayu solid dan serbuk-serbuk kayu. Jenis kayu FJLB memiliki kelebihan atau keunggulan tersendiri, diantaranya, seperti mudah dibentuk dan harganya murah. Itulah sebabnya kenapa banyak orang yang menggunakannya.

Perabotan atau bahan interior dan eksterior merupakan kayu yang sudah melalui proses pengolahan. Beberapa di antaranya mengalami proses peleburan, dipadatkan, dibentuk sampai penggabungan.

Seperti yang sudah disebutkan sebelumnya, jenis FJLB merupakan kayu papan atau lembaran kayu yang sifatnya solid yaitu kayu yang dibuat dengan menggabungkan potongan-potongan kayu. Cara menggabungkannya menggunakan lem khusus sehingga tidak terlihat sambungannya.

Proses pembuatan kayu ini menggunakan teknologi modern dengan proses penyambungan yang presisi dan kuat. Solid artinya sudah dalam keadaan laminated. Kayu ini membuat tampilan rumah lebih estetik, nyaman, dan berkarakter.

Jenis-Jenis FJLB

Finger joint laminated board dapat dibedakan berdasarkan jenisnya yang dibuat dengan teknik ini, seperti: kayu merbau, kayu linggua dan kayu pinus. Berikut penjelasannya:

  • Kayu Merbau

Kayu merbau memiliki karakteristik: keras dan tahan lama. Karena kokoh dan berat biasanya digunakan untuk tiang atau bantalan bangunan. Sedangkan kayu merbau jenis FJLB biasanya digunakan untuk parket lantai karena kuat dan anti serangga. Karakteristik lainnya adalah memiliki tekstur yang kasar dengan permukaan licin. Arah seratnya lurus, masuk ke jenis kayu yang keras dan memiliki daya tahan tinggi. Karena sifatnya yang keras, proses pengerjaannya memiliki tingkat kesulitan yang tinggi.

  • Kayu Pinus

Kayu pinus merupakan jenis kayu dengan warna terang dan ringan. Menjadi favorit untuk pembuatan furniture. Walaupun ringan kayu pinus mampu bertahan lama dan mudah diangkat. Berbeda dengan kayu merbau, karena kayu pinus ringan proses pengerjaannya tidak membutuhkan waktu lama.

  • Kayu Meranti

Kayu meranti sifatnya sama dengan kayu merbau yaitu memiliki tingkat kekerasan yang tinggi, namun bedanya jenis kayu meranti walaupun keras namun bobotnya ringan. Biasanya digunakan untuk konstruksi bangunan. Untuk FJLB miranti banyak digunakan untuk bahan kitchen set, tangga dan furniture lain. Karakteristiknya: mudah dibentuk, tidak bisa memuai, tahan terhadap segala cuaca. Oleh sebab itu FJLB meranti banyak digunakan untuk eksterior rumah, seperti: tiang, tangga, lantai, teras, lapisan dinding, dan sebagainya.

Selain kayu merbau, pinus dan meranti masih ada jenis-jenis kayu lainnya yang digunakan menjadi FJLB. Kayu-kayu tersebut adalah: kayu sonokeling, kayu akasia, kayu linggua, dan lainnya. Dengan banyaknya jenis FJLB semakin memudahkan kita memilih sesuai kebutuhan. Semoga artikel ini dapat menambah informasi dan bermanfaat. Jangan lupa share ke kawan-kawan atau saudara agar mereka juga tahu apa yang kamu tahu, khususnya mengenai keunggulan dan jenis-jenis finger joint laminated board.