Disukai karena kekuatan dan warna gelapnya, kayu walnut adalah kayu yang biasanya diambil dari pohon black walnut atau Juglans Nigra. Ada berbagai macam jenis kayu walnut yang digunakan untuk produksi komersial, salah satu yang paling umum disebut dengan American Black Walnut atau Eastern Black Walnut yang tumbuh secara endemik di Amerika Utara. Karakter yang dimiliki oleh kayu walnut ini adalah warnanya yang hitam meski ada juga yang memiliki karakter warna putih susu namun tidak terlalu umum. Kemudian ia memiliki kekuatan yang cukup bagus, serat yang padat, dan bisa dipoles hingga permukaannya sangat halus. Kayu walnut banyak digunakan untuk membuat furniture, lantai, lemari, paneling, dan berbagai macam pekerjaan kayu lainnya.

Cara menjaga dan merawat furniture dengan bahan kayu walnut

Meskipun memiliki karakter yang keras, furniture dengan bahan kayu walnut lama kelamaan bisa rusak apabila tidak dijaga kualitasnya dengan benar. Hal-hal yang bisa merusak kualitas kayu walnut misalnya adalah kena kontak langsung dengan matahari dalam waktu yang berkepanjangan, tingkat kelembaban yang terlalu tinggi atau terlalu rendah, perubahan suhu lingkungan, serta penggunaan yang ceroboh. Kebanyakan furniture kayu walnut yang diproduksi masal atau diproduksi modern biasanya dilapisi dengan pernis berbahan polyurethane sedangkan furniture yang antik biasanya hanya diminyaki atau dilapisi dengan wax yang belum tentu cocok dirawat menggunakan pemulas berbasis silikon.

Berikut adalah hal-hal yang bisa Anda lakukan untuk menjaga dan merawat kualitas furniture kayu walnut agar usianya lebih lama:

  1. Jaga permukaan furniture walnut Anda dari goresan. Permukaan meja atau laci misalnya, rawan tergores dengan berbagai macam benda yang diletakkan di atasnya. Sebaiknya lapisi dengan taplak meja atau taplak kecil jika ingin permukaan kayu tetap terlihat. Jangan letakkan barang yang panas maupun dingin langsung menyentuh permukaan meja karena bisa menimbulkan bekas.
  2. Gunakan lap microfiber ketika Anda membersihkan debu dari permukaan walnut, lap ini memiliki permukaan yang halus sehingga tidak akan menggores kayu, dan jika dibasahi ia bisa tidak membuat kayu jadi basah.
  3. Cairan yang tumpah pada kayu walnut jika tidak segera dikeringkan, cairan akan masuk melalui pori-pori kayu dan membentuk noda yang makin sulit untuk diatasi. Sehingga jika ada cairan yang tumpah sebaiknya langsung dikeringkan dengan blotting menggunakan tisu atau lap kering.
  4. Untuk melindungi furniture kayu walnut Anda bisa memolesnya dengan pemoles berbasis silikon pada permukaan furniture sebanyak 2 kali setahun. Tapi jangan gunakan pemoles ini pada walnut yang menggunakan pernis polyurethane. Jika Anda memiliki furniture walnut dengan polesan minyak seperti yang ada pada barang antik, Anda bisa mengaplikasikan minyak biji rami tipis-tipis pada permukaan furniture hingga permukaan tidak terasa berminyak lagi.
  5. Walnut yang dikenakan sinar matahari terus menerus lama kelamaan akan berubah warna, jadi jika Anda tidak ingin kehilangan warna alami dari walnut ada baiknya furniture dari bahan kayu ini tidak diletakkan di sinar matahari langsung.
  6. Jika ingin menempatkan furniture kayu walnut di luar ruangan sebaiknya tanyakan dulu apakah furniture tersebut memiliki perlindungan yang diperuntukkan penggunaan di luar ruangan. Meski sudah dilindungi dengan baik, furniture kayu walnut yang ada di luar ruangan tetap membutuhkan perawatan rutin setiap tahunnya.
  7. Furniture walnut dengan oil-finished memerlukan finishing ulang secara periodik untuk menjaga kualitas permukaannya. Melakukan finishing ulang pada kayu walnut akan menyebabkan kayu ini lama kelamaan memiliki warna yang lebih dalam.