Bagian-Bagian Dalam Proses Pengolahan Kayu

Sebuah furniture sebelumnya melalui proses pengolahan yang dikerjakan dengan teliti, bahkan ada beberapa tahap yang dikerjakan berulang kali agar hasilnya sempurna. Proses pengolahan kayu dari bahan mentah menjadi komponen setengah jadi atau produk siap pakai dapat dibedakan menjadi beberapa bagian, yaitu bahan baku utama, pengolahan kayu, spesifikasi mesin dan segmentasi pasar. Lebih jelasnya simak ulasannya berikut ini.

Bahan Baku

Bahan baku kayu dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu jenis yang keras dan ringan. Umumnya jenis kayu keras digunakan untuk pembuatan meja, kursi, jendela, pintu, pagar dan lainnya. Sedangkan jenis kayu yang ringan banyak digunakan untuk bahan baku kayu lapis, seperti multiplek, triplek, barecore dan beragam jenis kerajinan tangan.

Proses Pekerjaan Mengolah Kayu

Pengerjaan kayu atau proses pengolahannya dapat dibedakan menjadi:

  1. Saw Milling, yaitu proses pengolahan dari bahan mentah (log) menjadi potongan setengah jadi atau papan dengan ketebalan yang berbeda-beda. Untuk pengerjaannya menggunakan jenis mesin:
  • Gergaji Pita atau Bandsaw, digunakan untuk membelah kayu yang masih dalam bentuk gelondongan menjadi lebih kecil, seperti balok-balok papan atau sesuai kebutuhan. Dalam proses pembelahan kayu banyak digunakan sistem horizontal dan vertikal.
  • Gergaji Piringan atau Circular, digunakan untuk memotong dan membelah kayu menjadi lebih kecil lagi agar mudah melakukan proses penataan dan pengeringan sebelum di produksi.
  1. Kiln Dry, yaitu proses pengeringan. Apapun jenis kayunya harus melalui proses pengeringan. Dalam tahapan pengeringan yang penting diperhatikan adalah ukuran tebal papan, cara menumpuk dan metode pengeringan yang digunakan. Setiap jenis kayu memiliki karakteristiknya sendiri. Misalnya, untuk jenis kayu yang lunak lebih mudah pecah apabila proses pengeringannya cepat.

Waktu yang dibutuhkan untuk proses mengeringkan kayu antara 2 s/d 4 minggu, tergantung jenis kayu, ketebalannya dan kapasitas pengering.

Agar hasil pengeringan sempurna maka dibutuhkan peralatan yang tepat. Di sektor industri kecil biasanya mengandalkan sinar matahari, dengan cara disenderkan di dinding atau tiang. Sedangkan di sektor industri besar menggunakan sistem oven, dengan hasil yang lebih cepat dan kualitas yang lebih baik dan kapasitasnya bisa diatur sesuai kebutuhan.

  1. Asembling

Proses pengolahan kayu asembling meliputi pembuatan komponen, merakit dan finishing. Pada tahapan ini mesin yang digunakan sangat variatif, bisa disesuaikan dengan jenis pekerjaan dari pemesan. Untuk lebih jelas berikut ini proses asembling atau finishing berdasarkan komponen atau spesifikasi pesanan:

  • Mesin potong: gergaji pita, table saw, circular saw, band saw, radial arm saw dan sebagainya.
  • Mesin ketam/serut/thicknesser, planner, jointer.
  • Mesin bor atau hollow chisel mortiser (drilling).
  • Mesin profil atau spindle.
  • Mesin tambahan atau pendukung, seperti mesin ampelas atau brush sander.
  • Mesin penghisap debu atau kotoran atau serbuk kayu (Dust Collector).

Spesifikasi Mesin

Berdasarkan spesifikasi atau jenis mesin pengolahan kayu dikategorikan menjadi beberapa jenis, yaitu:

  • Power tools/hand tools atau mesin tangan.
  • Stationary machine.
  • Automatic machine.
  • Modification machine.

Segmentasi Pasar

Segmentasi pasar hasil pengolahan berdasarkan bahan baku dibedakan menjadi beberapa jenis, yaitu kayu jati, mahoni, albasiah, dan kayu pinus.

Selain proses saw milling, kiln dry, dan asembling masih ada jenis pengolahan kayu lainnya, seperti reproduction, tradisional, barecore, plywood, partikel board dan MDF. Demikian ulasan seputar proses pengolahan kayu, semoga menambah pengetahuan dan informasi khususnya bagi Anda yang ingin berbisnis atau menekuni profesi pengerjaan kayu (wood working).